Kajian Pengembangan dan Perhitungan Indikator CFR Direct Obstetric di Tingkat Kabupaten/Kota
Ringkasan Eksekutif
Indonesia telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), dari 305 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2015 menjadi 189 pada tahun 2020. Namun, pencapaian target SDGs 2030 dan RPJP 2045 memerlukan penguatan kualitas layanan obstetri emergensi secara lebih sistematis. Sebagai respons, Pemerintah Indonesia memasukkan indikator Case Fatality Rate–Direct Obstetric (CFR-DO) dalam RPJMN 2025–2029 untuk mengukur kualitas layanan di tingkat kabupaten/kota, khususnya untuk kasus Hipertensi Dalam Kehamilan (HDK) dan Perdarahan Postpartum (HPP), yang merupakan penyebab utama kematian ibu.
Melalui kolaborasi dengan Bappenas, Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, BPJS, UNFPA, dan UNICEF, Reconstra memimpin pengembangan metodologi nasional penghitungan CFR-DO yang komprehensif. Dengan pendekatan mixed-method, yang menggabungkan desk review lima sistem informasi kesehatan nasional, simulasi statistik menggunakan data E-klaim dan V-klaim, serta validasi lapangan di Kabupaten Bogor dan Kabupaten Lombok Timur, Reconstra mengidentifikasi sumber data paling andal, menetapkan kriteria eligibilitas penghitungan di tingkat kabupaten/kota, serta merumuskan prasyarat teknis untuk estimasi yang akurat.
Proyek ini menghasilkan Laporan Akhir, Policy Brief, dan rekomendasi operasional untuk pelembagaan sistem pemantauan CFR-DO yang terotomatisasi secara nasional. Output tersebut turut menginisiasi integrasi indikator RPJMN “% kabupaten/kota dengan CFR-DO <1%”, sehingga Indonesia memiliki instrumen pengukuran berbasis data untuk memperkuat layanan PONED/PONEK dan mempercepat penurunan AKI melalui tata kelola berbasis bukti.
