Pemetaan Sistem Surveilans dan Sistem Informasi Kesehatan Terpadu (Fase 1 -3)
Ringkasan Eksekutif
Sistem kesehatan yang kuat bergantung pada data yang andal dan tepat waktu. Untuk mendukung komitmen Indonesia terhadap keamanan kesehatan, proyek ini dirancang untuk mengatasi Sistem Informasi Kesehatan (SIK) Indonesia yang terfragmentasi, yang saat ini terdiri dari ratusan aplikasi yang saling tumpang tindih sehingga menimbulkan beban kerja besar bagi tenaga kesehatan di lini depan dan menghambat pengambilan keputusan berbasis bukti secara cepat dan tepat. Reconstra berperan sebagai mitra pelaksana utama, melakukan pemetaan dan perancangan komprehensif untuk Australia Indonesia Health Security Partnership (AIHSP).
Dilaksanakan selama tujuh bulan, inisiatif ini disusun dalam tiga fase strategis guna memastikan transformasi yang terarah dan berkelanjutan.
Tahap awal difokuskan pada pemetaan sistem informasi dan surveilans kesehatan yang telah berjalan, termasuk EWARS. Melalui telaah kebijakan serta konsultasi dengan pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah, proyek ini mengidentifikasi berbagai tantangan, seperti keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, kompleksitas pelaporan, kesenjangan keterampilan TIK, serta kesiapan infrastruktur. Di beberapa wilayah, koneksi internet yang tidak stabil dan perangkat keras yang kurang memadai turut memengaruhi ketepatan waktu pelaporan. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan mutu data agar konsisten, akurat, lengkap, dan terintegrasi.
Berdasarkan hasil pemetaan, fase kedua berfokus pada pengembangan standar interoperabilitas guna memungkinkan pertukaran data yang aman dan efisien antarsistem dan sektor. Melalui adopsi standar internasional seperti FHIR, sistem dapat saling terhubung dan bertukar data secara terstruktur melalui mekanisme yang aman. Pendekatan ini meningkatkan koordinasi antarfasilitas kesehatan dan institusi pemerintah serta mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti.
Pada fase akhir, rekomendasi teknis diterjemahkan menjadi kebutuhan bisnis dan rancangan arsitektur sistem, termasuk pengembangan Master Data Management, basis data terpusat, dan mesin interoperabilitas untuk memastikan alur data yang aman dan terstandar.
Secara keseluruhan, proyek ini meletakkan fondasi bagi ekosistem SIK yang tangguh dan adaptif, memperkuat surveilans, mempercepat respons terhadap wabah, dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.
