Tindak Lanjut Penelitian Jarak Jauh Covid19 mengenai “Status dan Faktor Penentu Kerawanan Pangan dan Kekurangan Gizi di Daerah Perkotaan yang Miskin” Indonesia (SDFU 2020)

Masyarakat luas merasakan dampak dari pandemi Covid-19 yang masih berlangsung saat ini. Dampak tersebut terutama nyata dirasakan oleh kelompok rentan, yang akhirnya terpaksa kehilangan pekerjaan. Akibatnya, pandemi tersebut pun berdampak pada ketahanan pangan dan nutrisi keluarga, terutama yang tinggal di area urban.

Melalui riset ini, para peneliti mencoba memahami situasi yang terjadi di masyarakat di masa pandemi. Secara lebih lengkap, berikut ini kelima tujuan penelitian yang berlangsung pada Juni-Oktober 2020

 Menilai dampak Covid-19 terhadap ketahanan pangan serta nutrisi, pelaksanaan program WASH, serta berbagai perubahan yang muncul

  1. Mengevaluasi dampak Covid-19 terhadap diet yang dijalani ibu hamil, bayi, serta balita, serta praktik pemberian perawatan terhadap anak berusia 0-23 bulan.
  2. Menilai program WASH selama masa pandemi, serta program kesehatan maupun nutrisi yang diterima para responden
  3. Mencari solusi jangka pendek dan jangka menengah untuk mengatasi kerawanan pangan, malnutrisi, serta persoalan dari program WASH
  4. Mengevaluasi perubahan yang terjadi selama masa pandemi

SDFU mendefinisikan komunitas miskin di perkotaan berdasartkan definisi UNHABITAT, serta dengan menggunakan citra satelit. Berikut ini kriteria yang termasuk dalam komunitas miskin. Lebih lanjut, kriteria ketiga dan keempat akan ditinjau dalam proses verifikasi lapangan.

  1. Tempat tinggal terbuat dari materi konstruksi yang tidak memadai
  2. Tidak ada sarana jalan maupun resapan air yang memadai
  3. Tidak ada ketersediaan air yang cukup, serta buruknya kondisi sanitasi
  4. Tidak ada sistem manajemen limbah
  5. Rentan terpapar bahaya akibat berada di wilayah yang secara geografis rawan ambruk. Misalnya di bantaran kali, sungai, maupun danau
  6. Permukiman yang sangat padat penduduk

Mengingat keterbatasan mobilitas selama pandemi, pemeriksaan lapangan tidaklah memungkinkan. Oleh karena itu, para peneliti memilih pendekatan lain dari riset sebelumnya di daerah kumuh perkotaan pada 2019 di tiga kotamadaya DKI Jakarta, yaitu Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara.

Saat ini, penelitian masih berlangsung dan direncanakan selesai pada akhir tahun 2020.

Daftar Newsletter

Daftar di newsletter kami untuk mendapatkan
informasi dan berita terbaru dari kami