Kajian Mengenai Penerimaan Vaksin Sebagai Strategi Peningkatan Permintaan dengan Berbasis Bukti dalam Layanan Imunisasi Rutin di Indonesia

Tim peneliti Reconstra mempelajari data set yang telah tersedia untuk memperoleh insight dalam menemukan prioritas strategis. Selain itu, para peneliti pun tetap akan mengumpulkan data mengenai persoalan yang berkembang di masyarakat mengenai masalah penelitian vaksin.

Pengumpulan data ini dilakukan di delapan provinsi yang telah ditentukan. Kedelapan provinsi tersebut adalah Aceh, Sumatra Utara, Riau, Kepulauan Riau Sumatra Barat, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, serta Banten.

Hasil dari penelitian ini diharapkan mampu memberikan rekomendasi bagi Kementerian Kesehatan maupun UNICEF dalam memperbarui strategi komunikasi nasional untuk program imunisasi.

Berikut ini sejumlah temuan yang dikumpulkan para peneliti dalam proyek riset tersebut:

  • Kepedulian keluarga (misalnya kakek, nenek, maupun bibi), dapat meningkatkan penerimaan imunisasi. Namun di sisi lain, keluarga pun bisa memberi pengaruh buruk dan menimbulkan penolakan terhadap imunisasi.
  • Kerja sama dari berbagai pemangku kepentingan (seperti TNI, pemimpin berpengaruh, pemuka agama) berpotensi meningkatkan kesadaran komunitas terhadap pentingnya imunisasi.
  • Pelatihan memadai mengenai vaksin baru diperlukan, sehingga tenaga kesehatan mampu mengedukasi masyarakat dengan baik.
  • Isu haram dan halal mengenai vaksin, masih saja berkembang di kalangan masyarakat, bukan hanya dalam keluarga muslim, tapi juga kristiani.

Berbekal hasil pengumpulan data pada Maret 2020 melalui metode kualitatif dan kuantitatif, Reconstra telah menyelesaikan penelitian pada Oktober 2020 dan mengajukan rekomendasi bagi Kementerian Kesehatan serta UNICEF mengenai strategi komunikasi nasional untuk meningkatkan penerimaan vaksin di kalangan masyarakat.

Daftar Newsletter

Daftar di newsletter kami untuk mendapatkan
informasi dan berita terbaru dari kami